My Best Friends

IniLah Teman”Q yg sangat b’arti buatQ..

kami sangat saLing mengerti n membantu..

kami tak pernah angkuh n sombong tp banyak org yg bLnk kami sombong tpi kami sbenarx tak bgtuw namun ituLah kami..

Titin, Onha, Inna, Fit, Novhy, Arhymby, wuLan, Wira, sukma..

kami saling menyayangi, kami tak pernah saling membohongi..

sangat membantu disaat ada yg mendapat masalah, masalah yg besar or kecil pun kami tetap membantu, kami sangat bandel namun kami saling menyayangi 1 sama lain..

aQ sangat b’untung memiliki teman” seperti mereka..

walaupun kami b’pisah karna kuliah_x tak s’daerah namun kami tetap saling mengingatkan..

itu cerita sedikit tentang teman”Q😀

Posted in Uncategorized | Leave a comment

My Familly

aQ sayang keluargaQ, aQ cinta keluargaQ..

aQ bangga keluargaQ, aQ rindu keluargaQ..

keluargaQ is the best..

AyahQ : Ye Umar Assagaf, beliau sangat b’arti bagi Qta, Qta syg aba Qta, karna beliauLah aQ n saudaraQ yg lain dpt rasakn kebahagiaan yg sangat sempurna..

AyahQ adLh PNS dinas PK..

IbuQ : SahLa Alkatiri, beliau sangat b’harga bagi Qta, Qta syg umy Qta, karna beliaulah aQ n saudaraQ yg lain dpt merasakan kasih syg yg sangat sempurna..

IbuQ adLh ibu rumah tangga yg taat kpda ayah n mengurusi Qta sangat baik🙂

SaudaraQ yg prtama nama_x FadiLa Assagaf ( dhiLa)

KkQ dah nikah dengan tentara, ia skarang mnjadi honorer dinas peternakan..

SaudaraQ yg k’2 nama_x Feryal Assagaf (Ve)

KkQ yg negh udah jadi PNS d’RSU namLea, puLau buru…

SaudaraQ yg k’3 Fitria Assagaf (Fit)

adikQ negh udah SMP kLaz 3..

IniLah sdQt crta keluarga keciLQ🙂

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Private Yaya

PENGALAMAN WAKTU SMA …

Waktu SMA aQ n teman” sering d’marahin guru aLx Qta ngga pernah nurut p’aturan schooL , tpi Low mzLh kegiatan or organisasi d’schooL Qta yg pLink penting aLx Qta yg d’ambiL voo kegiatan” , hehehe😀

Tapi smw tuh bisa Qta seLesaikan b’sama” karna Qta pngen b’haziL n banggain ortu Qta🙂

PengaLaman Qta sangat b’kesan n takkan t’Lupakan Qta sangat bangga dengan apa yg Qta raih skarang, seLama schooL Qta sering ugaL”an namun skarang apa yg Qta berikan kepada guru..?

guru kami pun sangat senang karna t’nyata anak”_x yg bandeL bisa lulus dengan nilai yg bagus..

mendengar anak”_x yg sudah menduduki bangku p’kuLiahan mereka pun sering b’kata Qta ‘BATAKO’ Bandel tapi kontrol,😀

yg d’pQrandQ skarang ingin membahagiakan ortu, famiLLy n pacar, hehehe😀

moga apa yg aQ harapkan semua t’capai, amiiieeenn😀

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mata Kuliah Keperawatan

Model Praktik Keperawatan Profesional di Indonesia

Era globalisasi dan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut perawat, sebagai suatu profesi, memberi pelayanan kesehatan yang optimal. Indonesia juga berupaya mengembangkan model praktik keperawatan profesional (MPKP).

Salah satunya dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan nasional. Linda Amiyanti SKp dari RSCM memaparkan penerapan MPKP dalam seminar nasional yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) pekan lalu.

“MPKP adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai-nilai profesional) yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut,” jelas Linda.

Saat ini, praktik pelayanan keperawatan di banyak rumah sakit di Indonesia belum mencerminkan praktik pelayanan profesional. Metoda pemberian asuhan keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan klien, melainkan lebih berorientasi pada pelaksanaan tugas.

Dengan pengembangan MPKP, diharapkan nilai profesional dapat diaplikasikan secara nyata, sehingga meningkatkan mutu asuhan dan pelayanan keperawatan. Dalam hal ini, RSCM bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Modifikasi

Mengingat keterbatasan jumlah dan pendidikan sumber daya perawat di Indonesia- mayoritas tenaga keperawatan masih lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK)-praktik keperawatan profesional tidak bisa seperti yang dilakukan di negara maju. Yang dilakukan adalah modifikasi keperawatan primer.

Penetapan jumlah tenaga keperawatan didasarkan jumlah klien/pasien dan derajat ketergantungan klien. Jenis tenaga adalah perawat primer (PP) yang lulusan S1 keperawatan, perawat asosiet (PA) lulusan D3 keperawatan, serta SPK. Tenaga lain adalah pembantu keperawatan. Mereka berada dalam satuan tim yang dibimbing dan diarahkan oleh Clinical Care Manager (CCM) yang merupakan magister spesialis keperawatan.

Tindakan yang bersifat terapi keperawatan dilakukan oleh PP, karena bentuk tindakan lebih pada interaksi, adaptasi, dan peningkatan kemandirian klien yang perlu landasan konsep dan teori tinggi. PP melakukan pertemuan dengan anggota tim kesehatan lain terutama dokter. PP juga mengarahkan dan membimbing perawat lain serta bertanggung jawab atas semua asuhan keperawatan yang dilakukan oleh tim pada sekelompok klien. Tugas PP dibantu PA.

Tugas membersihkan meja klien, menyediakan dan membersihkan peralatan yang digunakan, mengantar klien konsul atau membawa pispot ke dan dari klien dilakukan oleh pembantu keperawatan.

Asuhan keperawatan dilakukan berdasar standar rencana keperawatan yang ada. Ketua tim (PP) melakukan validasi terhadap diagnosis keperawatan klien berdasarkan pengkajian yang dilakukan.

Yang sudah dikembangkan

Standar rencana keperawatan yang sudah dikembangkan adalah untuk gangguan sistem pernapasan (tuberkulosis paru, penyakit paru obstruktif kronik), gangguan sistem pencernaan (sirosis hati), gangguan sistem kardiovaskuler (gagal jantung, hipertensi), gangguan sistem perkemihan (gagal ginjal, glomerulonefritis) dan gangguan sistem imun (AIDS).

Di ruang rawat penyakit dalam (IRNA B Lantai IV), tutur Linda, dari hasil perhitungan diperlukan 24 perawat. Rinciannya tiga PP di samping kepala ruang rawat yang semuanya S1 keperawatan. Sisanya PA dengan pendidikan D3 keperawatan (tiga orang), dan SPK (17 orang).

Pelayanan keperawatan profesional mewujudkan dampak positif yang memungkinkan pemberian asuhan keperawatan klien secara berkesinambungan dan dapat dipertanggunggugatkan oleh perawat primer.

Secara kualitatif, PP ada kebanggaan profesional karena ada otonomi dan kesempatan mengobservasi perkembangan klien secara berkesinambungan dan PA dapat bekerja lebih terencana. Dokter merasa ada kerja sama yang lebih baik dibanding ruang lain yang tidak menerapkan MPKP. Kepuasan klien dan keluarga lebih baik. Angka infeksi nosokomial (infeksi yang ditularkan di rumah sakit) menurun. Juga dimulai kegiatan riset keperawatan di tingkat ruang rawat.


Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mata Kuliah Masing-masing jurusan

KUMPULAN ASUHAN KEPERAWATAN

  • Asuhan Keperawatan Reumatoid Artritis

    Kumpulan Asuhan KeperawatanKumpulan Askep Asuhan KeperawatanAskepReumatoid ArtritisPengertianArtritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut.(Susan Martin Tucker.1998)Artritis rematoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Arif Mansjour. 2001)Reumatoid arthritis adalah gangguan autoimun kronik yang menyebabkan proses inflamasi pada sendi (Lemone & Burke, 2001 : 1248).EtiologiPenyebab pasti reumatod arthritis tidak diketahui. Biasanya merupakan kombinasi dari faktor genetic, lingkungan, hormonal dan faktor system reproduksi. Namun faktor pencetus terbesar adalah faktor infeksi seperti bakteri, mikoplasma dan virus (Lemone & Burke, 2001).Penyebab utama kelainan ini tidak diketahui. Ada beberapa teori yang dikemukak read more

    December 31st, 2009 at 03:31 am

  • Perawat Ikutan Kontes SEO : Astaga.com lifestyle on the net

    Astaga.com lifestyle on the net adalah Kontes SEO yang paling heboh dan paling baru di Indonesia saat ini. Yang diadakan oleh Astaga!com. Sudah sekitar 368.000 halaman per tanggal 26 Desember 2009 yang menggunakan kata kunci / keyword Astaga.com lifestyle on the net di google. Inilah ajang para blogger untuk memperlihatkan kepandaiannya memperebutkan posisi no 1 di google dengan keyword Astaga.com lifestyle on the net dan sekaligus memperebutkan total hadiah lebih dari 30 juta rupiah.Pendaftaran di mulai tanggal 30 November 2009 pukul 00.00 WIB dan akan berakhir tanggal 3 Maret 2010 pukul 00.00 WIB. Sehingga masih banyak waktu bagi blogger-blogger pemula seperti saya untuk ikutan kontes Astaga!com ini.Salah satu Syarat dan Ketentuan Kontes SEO Astaga.com adalah panjang artikel kurang dari 400 kata dan harus memberikan maximal 2 ( dua ) linkback ke artikel yang terdapat di astaga.com dengan anchor text Astaga.com lifestyle on the net atau dapat menggunakan anchor lain yang masih berhub read more

    December 26th, 2009 at 04:05 am

  • Askep – Asuhan Keperawatan

    Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Otitis Media Akut (OMA)Otitis Media Akut (OMA)PengertianOtitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999).Selanjutnya klik di sini Asuhan Keperawatan Pada Pasien StrokStrokPengertianSecara umum gangguan pembuluh darah otak atau stroke merupakan gangguan sirkulasi serebral. Merupakan suatu gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologis pada pembuluh darah serebral, misalnya trombosis, embolus, ruptura dinding pembuluh atau penyakit vascular dasar, misalnya aterosklerosis, arteritis, trauma, aneurisme dan kelainan perkembangan.Selanjutnya klik di sini Asuhan Keperawatan (Askep) TB ParuTUBERKULOSIS PARU (TB PARU)A. PengertianTuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman batang tanhan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun saprofit. Ada beberapa mikrobakteria patogen , tettapi han read more

    December 16th, 2009 at 12:14 pm

  • Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Otitis Media Akut (OMA)

    Asuhan Keperawatan Klien OMAAskep Otitis Media AkutOtitis Media Akut (OMA)PengertianOtitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999).Yang paling sering terlihat ialah :Otitis media viral akutOtitis media bakterial akutOtitis media nekrotik akutEtiologiPenyebabnya adalah bakteri piogenik seperti streptococcus haemolyticus, staphylococcus aureus, pneumococcus , haemophylus influenza, escherecia coli, streptococcus anhaemolyticus, proteus vulgaris, pseudomonas aerugenosa.PatofisiologiUmumnya otitis media dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkan membran timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema pada mukosa tuba eusthacius bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit oleh hiperplasi limfoid pada submukosa.Gangguan ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan read more

    December 16th, 2009 at 12:04 pm

  • Kumpulan Asuhan Keperawatan

    Asuhan Keperawatan (Askep) TB ParuTUBERKULOSIS PARU (TB PARU)A. PengertianTuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman batang tanhan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun saprofit. Ada beberapa mikrobakteria patogen , tettapi hanya strain bovin dan human yang patogenik terhadap manusia. Basil tuberkel ini berukuran 0,3 x 2 sampai 4 μm, ukuran ini lebih kecil dari satu sel darah merah.Selanjutnya Klik di siniDOWNLOAD ASKEP TBC klik di sini Asuhan Keperawatan Appendiksitis / Askep AppendiksitisAppendiksitis 1. PengertianApendisitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Smeltzer, 2001).Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian read more

    November 24th, 2009 at 10:40 pm

  • Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hepatitis

    A. PengertianHepatitis adalah peradangan dari sel-sel liver yang meluas/ menyebar , hepatitis virus merupakan jenis yang paling dominan . Luka pada organ liver dengan peradangan bisa berkembang setelah pembukaan untuk sejumlah farmakologi dan bahan kimia dari inhalasi, ingesti, atau pemberian obat secara parenteral (IV) . Toxin dan Drug induced Hepatitis merupakan hasil dari pembukaan atau terbukanya hepatotoxin, seperti : industri toxins, alkohol dan pengobatan yang digunakan dalam terapi medik.Hepatitis kemungkinan terjadi sebagai infeksi sekunder selama perjalanan infeksi dengan virus-virus lainnya, seperti :CytomegalovirusVirus Epstein-BarrVirus Herpes simplexVirus Varicella-zosterKlien biasanya sembuh secara total dari hepatitis, tetapi kemungkinan mempunyai penyakit liver residu. Meskipun angka kematian hepatitis relatif lama, pada hepatitis virus akut bisa berakhir dengan kematian.B. EtiologiInfeksi VirusHepatitis merupakan hasil infeksi yang disebabkan oleh salah satu dari lima read more

    November 24th, 2009 at 10:15 pm

  • Asuhan Keperawatan (Askep) TB Paru

    TUBERKULOSIS PARU (TB PARU)A. PengertianTuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman batang tanhan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun saprofit. Ada beberapa mikrobakteria patogen , tettapi hanya strain bovin dan human yang patogenik terhadap manusia. Basil tuberkel ini berukuran 0,3 x 2 sampai 4 μm, ukuran ini lebih kecil dari satu sel darah merah.B. EtiologiPenyebabnya adalah kuman microorganisme yaitu mycobacterium tuberkulosis dengan ukuran panjang 1 – 4 um dan tebal 1,3 – 0,6 um, termasuk golongan bakteri aerob gram positif serta tahan asam atau basil tahan asam.C. PatofisiologiPenularan terjadi karena kuman dibatukan atau dibersinkan keluar menjadi droflet nuklei dalam udara. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1 – 2 jam, tergantung ada atau tidaknya sinar ultra violet. dan ventilasi yang baik dan kelembaban. Dalam suasana yang gelap dan lembab kuman dapat bertahan sampai berhari – ha read more

    August 22nd, 2009 at 12:36 am

  • Asuhan Keperawatan (Askep) BPH

    Benigna Prostat Hipertropi (BPH)A. PengertianHipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral yang kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah. (Jong, Wim de, 1998).Benigna Prostat Hiperplasi ( BPH ) adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika (Lab / UPF Ilmu Bedah RSUD dr. Sutomo, 1994 : 193).B. EtiologiPenyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Tetapi hanya 2 faktor yang mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat Hypertropi yaitu testis dan usia lanjut.Ada beberapa teori mengemukakan mengapa kelenjar periurethral dapat mengalami hiperplasia, yaitu :Teori Sel Stem (Isaacs 1984)Berdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang dewasa berada pada keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel mati, keadaan ini disebut steady state. Pada read more

    August 22nd, 2009 at 12:25 am

  • Asuhan Keperawatan Pada Pasien Meningitis

    Kumpulan Asuhan KeperawatanAsuhan KeperawatanKumpulan AskepAskepMeningitisA. PengertianMeningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ jamur(Smeltzer, 2001).Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh salah satu dari mikroorganisme pneumokok, Meningokok, Stafilokok, Streptokok, Hemophilus influenza dan bahan aseptis (virus) (Long, 1996).Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi & Rita, 2001).B. EtiologiBakteri : Mycobacterium tuberculosa, Diplococcus pneumoniae (pneumokok), Neisseria meningitis (meningokok), Streptococus haemolyticuss, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Peudomonas aeruginosa.Penyebab lainnya lues, Virus, Toxoplasma gondhii dan Ricketsia.Faktor predisposisi : jenis kelamin laki read more

    August 22nd, 2009 at 12:05 am

  • Asuhan Keperawatan Appendiksitis / Askep Appendiksitis

    Appendiksitis1. PengertianApendisitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Smeltzer, 2001).Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Apendisitis, 2007)Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, len read more

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Adat Istiadat Ambon

Oleh dolfis

Cakalele dan Obor Pattimura


“BANGSA yang besar adalah bangsa yang selalu mengenang jasa pahlawannya”. Demikian ungkapan yang biasa dilontarkan oleh sebuah pepatah kuno kepada masyarakat guna senantiasa mengenang semangat juang pahlawan yang rela mengorbankan jiwa-raganya dalam melawan bangsa penjajah.
Setiap tanggal 15 Mei, di Maluku pemerintah bersama rakyat setempat melakukan prosesi adat dan kebangsaan dalam memperingati hari Pattimura. Yang paling terkenal adalah lari obor dari Pulau Saparua menyebrangi lautan menuju Pulau Ambon, untuk selanjutnya diarak-arak sepanjang 25 kilometer menuju kota Ambon.

tawuri maluku

Raut Wajah Suku asli Maluku” Alif’uru dengan tarian Cakalele“



Prosesi ini diawali dengan pembakaran api obor secara alam di puncak Gunung Saniri di Pulau Saparua. Gunung Saniri adalah salah satu ritus sejarah perjuangan Pattimura karena di tempat itulah, awal dari perang rakyat Maluku melawan Belanda tahun 1817.
Dalam sejarahnya, di Gunung Saniri berkumpul para Latupati atau Raja-Raja dan tokoh masyarakat Pulau Saparua. Mereka melakukan Rapat Saniri (musyawarah raja-raja) untuk menyusun strategi penyerangan ke Benteng Durstede di Saparua yang dikuasai Belanda. Thomas Matulessy dari desa Haria lantas diangkat sebagai Kapitan atau panglima perang dengan gelar Pattimura.
Penyerangan rakyat ke benteng Durstede melalui Pantai Waisisil tidak menyisahkan satupun serdadu Belanda termasuk Residen Belanda Van de Berk dan keluarganya. Semuanya tewas terbunuh dan yang hidup hanyalah putra Van de Berk yang berusia lima tahun. Dia diselamatkan oleh Pattimura. Belakangan, putra Van de Berk ini diserahkan kembali kepada pemerintahan Belanda di Ambon.
Dari penyerangan inilah api perjuangan terus dikobarkan. Kemenangan Pattimura yang berhasil menjatuhkan Benteng Durstede menjadi inspirasi kepada rakyat lainnya untuk angkat senjata melawan Belanda. Peperangan pun terjadi hampir di seluruh daerah di Maluku. Dalam perjalanannya, Pattimura dan rekan-rekannya berhasil ditangkap oleh Belanda lewat siasat liciknya. Mereka diputuskan oleh Pengadilan di Ambon dengan hukuman mati.

Semangat juang Kapitan Pattimura masih menjadi inspirasi dan spirit bagi masyarakat Maluku hingga kini. Ketokohan Pattimura yang akhirnya dihukum gantung masih menjadi kenangan yang terus diingat oleh masyarakat Maluku. Karena semangat dan perjuangan Kapitan Pattimura bukan berjuang untuk orang lain yang bukan bagian integral dari Masyarakat maluku, karena Tahun 1819 perjuangannya membebaskan orang maluku dari penjajah Belanda dan semangatnya itu pula harus ditedani oleh orang Maluku untuk membebaskan tanah ini dari segala bentuk penjajahan.””



Perayaan hari Pattimura menyemut di sekitar Monumen Tugu Pattimura di Lapangan Merdeka. Di tempat inilah, Pattimura dihukum gantung oleh Belanda. Kedatangan warga dari berbagai pelosok ini guna menyaksikan prosesi lari obor Pattimura dan pembakaran api Pattimura oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di tempat gantungan Pattimura tersebut.
Pantauan Radio Vox Populi di Ambon, warga yang hadir saat itu dari berusia 5 tahun yang dibawah orang tuanya, hingga yang sudah lanjut usia. Mereka datang untuk melihat pemuda-pemuda Ambon membawa obor Pattimura. Warga berbaur jadi satu mensesaki tiga ruas jalan di sekitar kawasan itu.
“Beta (saya) sengaja membawa anak saya Mervin yang berusia 5 tahun, untuk memperlihatkan semangat Pattimura yang ditunjukan oleh pemuda-pemuda sekarang sewaktu lari obor,” kata Ny. Juli Wattimena, salah satu pegawai kantor pemerintah di Ambon kepada Radio Vox Populi.
Dikatakannya, sikap juang Pattimura bukanlah sendiri, tapi bersatu dengan rakyat untuk sama-sama berperang melawan Belanda. “Generasi sekarang juga harus meneledani sikap Pattimura ini, yakni melakukan pembangunan secara bersama-sama. Daerah ini akan maju kalau kita bersatu tanpa melihat perbedaan dalam membangun daerah ini pascakonflik,” katanya.
Tidak lama setelah itu, iring-iringan kendaraan bermotor mengaung-ngaung dari kejauhan, pertanda obor Pattimura sudah dekat. Ratusan kendaraan bermotor ini adalah bentuk partisipasi masyarakat secara spontan untuk mengantarkan obor Pattimura sepanjang perjalanan.
Suara tifa dipukul dan tauri (kulit kerang) ditup mengantarkan pasukan pembawa obor yang berpakaian merah-merah. Sekitar sepuluh pemuda membawa obor, sementara 20-an pemuda lainnya menenteng parang terhunus melakukan tari cakalele (tarian perang). Bahkan beberapa diantaranya seperti kerasukan dan menikam atau memotong bagian tubuh dirinya sendiri.

Suasana ketika itu seakan penuh magis. Warga yang menontot berteriak-teriak histeris menyambut obor Pattimura. Suasana makin panas ketika sekelompok pemuda memperagakan tarian cakalele, diiringi suara tifa dan tauri.
Seusai membakar api Pattimura, gubernur selanjutnya menuju lapangan untuk memimpin upacara. Di tempat ini telah berkumpul muspida Maluku dan kota, para Latupati Saparua (raja-raja dari Saparua), mahasiswa, dan pasukan pembawa obor dan cakalele yang berasal dari pemuda Batumerah dan Mardika.
Dari barisan peserta upacara ini kita bisa melihat suasana yang unik dari biasanya. Pemimpin upacara menggunakan pakaian perang dan gubernur sebagai pembina upacara hadir dengan pakaian tenunan Maluku. Gubernur saat itu menyandang gelar Upu Latu (Bapak Raja).
Sebagian besar peserta upacara menggunakan pakaian tenunan Maluku, tercuali TNI dan Polri. Di barisan Latupati Saparua, seluruh raja menggunakan pakaian kebesaran raja, sementara di barisan pembawa obor dan cakalele berpakaian merah-merah, dengan ikat kepala merah.

Menariknya lagi, dibarisan ini berkumpul pemuda Batumerah dan Mardika, dua daerah yang merupakan komunitas Islam dan Kristen. Konflik Ambon yang pecah pada 19 Januari 1999 diawali dari pertikaian kelompok pemuda dari dua daerah ini. Tapi suasana saat itu begitu cair. Meski menenteng parang terhunus dan tombak, namun berbaur dalam satu barisan tanpa ada prasangka buruk kepada yang lainnya. Disekelilingi lapangan upacara, ratusan obor menyala seakan memagari tempat upacara di hari itu.
Gubernur Maluku dalam sambutannya mengatakan, hari Pattimura yang dilaksanakan setiap tanggal 15 Mei, jangan hanya dijadikan sebagai perayaan semata, tapi harus dimaknai semangat perjuangan Pattimura.
“Kita harus membangun daerah ini dari keterpurukan dengan memaknai semangat perjuangan Pattimura dan rakyat ketika itu,” katanya.
Dia berharap, kondisi Maluku yang sudah aman setelah diluluhlantak oleh konflik kemanusiaan tahun 1999, bisa secepatnya pulih. “Sebagai generasi sekarang, kita harus bersama-sama meneruskan perjuangan Pattimura dengan melanjutkan pembangunan di segala bidang,” harapnya.
Menteri Kehutanan MS Ka’ban yang berkesempatan hadir mengukuti prosesi upacara hari Pattimura mengatakan, kegagumannya melihat masyarakat Maluku bangun dari kondisi terpuruk akibat konflik. Menurut Ka’ban, menyaksikan prosesi lari obor Pattimura dan upacara perayaan hari Pattimura merupakan satu pengalaman hidupnya yang berharga.
“Selama ini saya hanya bisa membaca lewat buku, tapi sekarang saya bisa melihat langsung bagaimana prosesi perayaan Hari Pattimura. Ini merupakan pengalaman hidup saya yang sangat berharga,” ungka Ka’ban kepada wartawan.
Sama dengan gubernur, Kaban berpesan agar generasi Muda Maluku bisa memaknai semangat juang Pattimura dengan melanjutkan pembangunan di daerah itu.

15 Mei 2006 selain diperingati sebagai Hari Pattimura, pada hari yang sama juga masyarakat kota Ambon melaksanakan momentum penting yakni pemilihan kepala daerah secara langsung untuk periode 2006-2011. Pelaksaan Pilkada yang dikuatirkan sebagian kalangan bisa berpotensi tercipta konflik baru akibat benturan kepentingan dari para kandidat ternyata hingga sore berlangsung dengan aman damai.

(source: Radio Vox Populi, Ambon)


Nadi Toleransi Dilumbung Konflik, Pela Gandong Salam Sarani

 

Pela Gandong sebagai Katup Pengaman di MalukuSecara antropologis, masyarakat asli Maluku Tengah berasal dari dua pulau besar, yaitu Pulau Seram dan Pulau Buru, yang kemudian bermigrasi ke pulau-pulau kecil di sekitarnya. Para migran dari Pulau Seram menyebar ke Kepulauan Lease (Pulau Haruku, Pulau Saparua, Pulau Nusalaut) dan Pulau Ambon.
Migrasi ini memberi dampak terhadap peran Kepulauan Lease sebagai pusat kebudayaan baru yang diintrodusir oleh kolonial Belanda, sehingga terjadi asimilasi antara kebudayaan baru dimaksud dengan Kebudayaan Seram yang mendapat pengaruh dari kebudayaan sekitarnya, yaitu kebudayaan Melanesia (tradisi Kakean) dan Melayu, serta kekuasaan Ternate dan Tidore.

Dalam rangka pengawasan terhadap penduduk, pemerintah kolonial Belanda menurunkan penduduk dari pegunungan ke pesisir pantai, sehingga komunitas-komunitas dengan teritori yang disebut Hena atau Aman, berganti nama dengan Negeri, yang diciptakan oleh kolonial.
Dalam proses sosio-historis, negeri-negeri ini mengelompok dalam komunitas agama tertentu, sehingga timbul dua kelompok masyarakat yang berbasis agama, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ambon Sarani dan Ambon Salam. Pembentukan negeri seperti ini memperlihatkan adanya suatu totalitas kosmos yang mengentalkan solidaritas kelompok, namun pada dasarnya rentan terhadap kemungkinan konflik. Oleh sebab itu, dikembangkanlah suatu pola manajemen konflik tradisional sebagai pencerminan kearifan pengetahuan lokal guna mengatasi kerentanan konflik dimaksud seperti Pela, Gandong dan hubungan kekerabatan lainnya.
Teritori-teritori baru ini (negeri) diatur struktur pemerintahannya yang mirip dengan struktur pemerintahan di Negeri Belanda. Dengan struktur pemerintahan demikian, maka negeri-negeri menjadi ”negara-negara” kecil dengan pemerintah, rakyat dan teritori tertentu, dipimpin oleh raja yang diangkat dari klen-klen tertentu yang memerintah secara turun-temurun, dan kekuasaan di dalam negeri dibagi-bagi untuk seluruh klen dalam komunitas negeri.
Dalam proses penataan struktur pemerintahan negeri, terjadi perubahan institusi sosial, seperti Saniri Negeri yang sebelumnya merupakan lembaga peradilan, berubah fungsi menjadi semacam badan perwakilan rakyat.
Dalam perkembangan sosio-historis selanjutnya, terjadi kontak-kontak sosial baik antar masyarakat asli Maluku Tengah maupun antara masyarakat asli dengan pendatang.

Dengan demikian di masyarakat Maluku Tengah ini dikenal dua kelompok atau kategori sosial, yaitu Anak Negeri dan Orang Dagang. Yang disebut Anak Negeri ialah penduduk asli Maluku Tengah dalam sebuah negeri (Desa Adat).
Anak Negeri ini, terdiri atas dua kelompok pemeluk agama, yaitu Anak Negeri Sarani untuk yang beragama Kristen, yang mendiami Negeri (Desa Adat) Sarani, dan Anak Negeri Salam untuk yang beragama Islam, yang mendiami Negeri (Desa Adat)
Salam. Kedua kelompok masyarakat ini umumnya hidup dalam komunal-komunal (Negeri) yang terpisah, kecuali di beberapa desa seperti Hila, Larike dan Tial diPulau Ambon.Yang disebut Orang Dagang ialah para pendatang, baik karena ikatan perkawinan dengan Anak Negeri, maupun karena tugas-tugas pelayanan masyarakat(guru, mantri kesehatan, mantri pertanian, dan lain-lain), atau karena aktivitas ekonomi (penggarap tanah atau pemungut hasil hutan, atau pedagang). Jadi, Orang Dagang di sebuah Negeri, dapat berasal dari orang Maluku asli yang berasal dari Negeri lain,ataupun pendatang dari luar Maluku, yaitu yang berasal dari Buton, dan suku bangsa Cina serta Arab.

Gotong Royong

Khusus pendatang dari luar Maluku, etnis yang dominan dari segi kuantitas ialah enis Buton. Orang Dagang dari luar Maluku ini datang dan menetap dalam Negeri, baik
secara berbaur dengan Anak Negeri maupun membentuk suatu komunal lain dalam Petuanan Negeri, lebih didominasi oleh kepentingan ekonomi.Orang Dagang yang berasal dari keturunan Arab atau Cina, datang dan mendiami sebuah Negeri dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu hanya satu atau beberapa kepala keluarga. Mereka ini hadir sebagai pedagang yang tidak membentuk komunal yang terpisah dari Anak Negeri, tetapi berbaur dalam komunitas Anak Negeri.Kontak sosial antar Anak Negeri dari dua atau lebih Negeri, terjadi karena hubungan kekerabatan, yang terakomodasi dalam berbagai wujud termasuk Pela dan Gandong, atau karena hubungan ekonomi maupun sosial lain, seperti pendidikan anak, atau acara-acarakeagamaan maupun hari-hari besar kenegaraan.Sebaliknya, kontak sosial antara Anak Negeri dengan Orang Dagang, terutama yang berasal dari luar Maluku, terjadi karena kegiatan ekonomi, sehingga pola hubungan kedua kelompok masyarakat ini lebih dimotivasi oleh kepentingan ekonomi semata.Secara antropologis dan sosiologis tersebut, maka sesungguhnya dalam kehidupan sosial, terutama pada daerah pedesaan di Maluku Tengah, terdapat tiga pengelompokan masyarakat, yaitu Anak Negeri Sarani, Anak Negeri Salam, dan Orang Dagang. Perekat sosial antar satu kelompok dengan kelompok lainnya, berbeda-beda. Perekat sosial yang mengikat hubungan sosial Anak Negeri Sarani dan Anak Negeri Salam, antara lain yang menonjol ialah nilai-nilai budaya Pela atau Gandong yang diyakini mempunyai kekuatan supranatural yang sangat mempengaruhi perilaku sosial kedua kelompok masyarakat ini.

Wujud keterikatan budaya ini secara praktis terlihat dari sifat kegotong-royongan antar kedua Negeri yang mempunyai hubungan pela atau gandong. Sifat kegotong-royongan ini dalam realitasnya memasuki area identitas kelompok yang sensitif, yaitu dalam hal
pembangunan rumah ibadah, dimana Negeri Sarani merasa wajib untuk menyiapkan bahan bangunan (biasanya kayu) dan bersama-sama membangun mesjid. Demikian
sebaliknya, Negeri Salam merasa wajib untuk menyiapkan bahan bangunan dan bersama-sama membangun gereja.
Kewajiban ini didasari atas rasa kewajiban sosial, moral dan ritual, sama sekali tidak ada nuansa ekonomi di dalamnya. Kewajiban yang bernuansa sosial, moral dan ritual ini, tidak mengurangi ataupun mengganggu kepatuhan terhadap ajaran agama yang dianut
oleh Anak Negeri tiap Negeri yang berbeda agama ini, bahkan mempertebal rasa saling menghargai perbedaan agama antar kedua Negeri tersebut. Pola hubungan Anak Negeri dengan Orang Dagang, dipererat oleh kepentingan ekonomi, dari masing-masing kelompok. Sehingga yang menjadi perekat hubungan sosial antarkedua kelompok masyarakat ini bukan agama, tetapi transaksi ekonomi. Hal ini terjadi, karena pada umumnya Orang Dagang yang terbanyak berasal dari Buton, mendiami dan menggarap lahan milik petuanan Negeri Sarani. Sedangkan Orang Dagang asal Negeri lain, pada umumnya pola hubungan sosial dengan Anak Negeri direkatkan oleh kekerabatan karena perkawinan atau pekerjaan sosial lain. Sebab itu, pandangan Anak Negeri terhadap Orang Dagang yang berasal dari Negeri lain, berbeda dengan yang berasal dari luar Maluku Tengah. Orang Dagang dari Negeri lain, masih dilihat sebagai suatu kesatuan budaya, sedangkan terhadap Orang Dagang dari luar Maluku Tengah, dilihat sebagai pendatang dan orang di luar kesatuan budaya. Karena itu, ada perlakuan yang berbeda dari Anak Negeri terhadap Orang Dagang yang

berasal dari Negeri lain dengan yang berasal dari luar Maluku Tengah. Namun ada perlakuan yang sama kepada kedua sub kelompok Orang Dagang ini, ialah

keduanya tidak diberi hak dalam penguasaan Tanah Dati atau Tanah Negeri.

Pola hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Maluku Tengah sudah mengandung potensial konflik, karena adanya sentimen kelompok, baik dalam konteks Salam-Sarani, Anak Negeri-Orang Dagang, maupun secara kesatuan budaya. Namun demikian, sentimen kelompok ini tereliminasi dengan kearifan budaya lokal maupun kepentingan ekonomi yang substitusional dalam batasan kewajaran, sehingga konflik sosial tidak termanifest.

Dengan kata lain, potensi tersebut dapat diredam dan mengendap pada bagian terdalam struktur kepribadian masyarakat, karena institusi sosial budaya lokal masih berfungsi dengan baik sebagai katup pengaman yang mampu meminimalkan eksplosi sosial yang bernuansa primordial. (SH/izaac tulalessy)

 

 

 

Klan-klan (Vam) di Maluku Tengah Menurut Negeri-Negeri
Daftar klan-klan (marga) di Maluku Tengah ini adalah hasil dari riset di Maluku Tengah pada tahun 1974-75. Daftar ini belum lengkap dan dimohon agar orang-orang yang berasal dari negeri-negeri dan ahli-ahli adat negeri dapat membantu memperbaiki daftar ini dengan koreksi-koreksi dan tambahan-tambahan agar daftar dapat dimanfaatkan oleh generasi penerus dari Maluku Tengah yang bermukim di Tanah Air, Negeri Belanda, Amerika Serikat atau dimana-mana saja. Daftar ini sangat penting untuk melestarikan Kebudayaan dan Adat Maluku yang sudah mulai menghilang disebabkan oleh integrasi, perkawinan antar suku dan ketidakperdulian.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makanan Khas Ambon

Kletak-Kletuk, Kres dari Ambon

Makanan ringannya malah berat. Makanan beratnya malah ringan. Yep, itu dia kuliner dari Ambon, Provinsi Maluku.

 

Kres dan ketuknya roti kenari, bagea, dan serut. Foto: Ricky Martin

Pernah nyobain makanan khas Maluku? Nah, ini dia kue kering khas Maluku. Di Pasar Mardika di kota Ambon, berjejer toko-toko penjual kue-kue kering khas Maluku.

Pilihan kuenya cukup banyak. Sebagian besar kue itu, saat digigit akan kletak-kletuk, kres!

Ya, kue khas Maluku memang agak keras karena dibuat dari tepung sagu. Contohnya, kue bagea dan serut.

Bagea biasanya berbentuk agak bulat. Warnanya krem pucat. Pertama kali menggigitnya, terasa berat. Kletak!

Sagu lempeng enaknya dimakan bersama teh atau kopi. Foto: Ricky Martin

Begitu juga dengan kue serut yang berwarna coklat dan lonjong. Kue serut rasanya manis dan mirip kue bangket jahe di Jawa.

Selain tepung sagu, kenari juga banyak dijadikan kue. Misalnya, roti kenari. Bentuknya roti kering manis yang ditaburi kenari di atasnya.

Lalu, ada makron. Bentuknya mirip kue kering cokelat chips. Kedua kue ini rasanya tidak sekeras bagea dan serut. Namun, tetap kres, kres.

Mau coba cemilan lain? Ada sagu tuni, halua kenari, dodol durian, kacang kenari, dan sebagainya.

Kalau makanan berat Maluku, justru sebaliknya. Terasa ringan alias empuuuk… Terutama, makanan pokoknya. Ada papeda, kasbi, dan patatas.

Sayangnya, warung atau restoran yang menjual makanan itu tidak banyak. Jadi, jika tidak ada di kota Ambon, mampir saja ke desa lain. Misalnya, ke Tulehu.

Papeda yang seperti lem sangat kental. Rasanya tawar. Cara makannya bisa diseruput atau bisa juga dengan sendok. Sebelum diseruput, diberi kuah dulu. Paling cocok dengan kuah kuning.

Enaknya makan ikan dengan patatas, colo-colo, dan papeda. Foto: Ricky Martin

Kalau patatas itu ubi, kasbi itu singkong. Keduanya direbus. Lalu, disantap bersama gudangan atau urap. Lauknya aneka ikan, seperti ikan kuah kuning dan ikan mata bulan.

Belum pernah makan ikan dan sayur pakai ubi dan singkong? Makanya, wajib coba!

Jangan lupa pesan colo-colo, sambal khas Maluku. Inilah yang bikin tambah lezat.

Sambal ini campuran irisan bawang merah, cabe rawit, tomat, dan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Wiii… rasanya segar, asam, pedas!
Gimana, tertarik enggak mencicipi sensasi kuliner Maluku yang kletak-kletuk, kres?

Posted in Uncategorized | Leave a comment